24 December 2012

Tak Jadi Kiamat ?

Desas desus yang di war2kan oleh pihak barat tentang kemungkinan kiamat pada Jumaat, 21 Disember 2012 lalu nampaknya tidak menjadi kenyataan. Tiada apa-apa yang berlaku. Semua kehidupan berjalan seperti biasa.


Gambaran kiamat oleh filem Hollywood


Kita dan Suku Maya Hadapi 'Kiamat Lingkungan' (1)
Kalender Suku Maya yang meramal kiamat pada  21 Disember 2012

Mengikut Ustaz Adlin semasa kuliah maghrib tadi menerangkan tentang bahaya meramalkan tarikh tertentu sebagai hari kiamat. Jika ada umat Islam yang meramalkan hari tertentu sebagai hari kiamat, maka beliau boleh jatuh kufur dan terkeluar dari Islam.

Ini kerana tiada sesiapa yang tahu tentang kiamat kecuali Allah SWT. Bahkan Nabi Muhammad SAW sebagai kekasih Allah juga tidak mengetahui tentang tarikh sebenar kiamat.

Tetapi ada satu kiamat kecil yang pasti terjadi iaitu kematian. Ia pasti berlaku kepada sesiapa sahaja yang dikehendakinya. Setiap sehari semalam, malaikat maut mengintai kita selama 5 kali semata-mata untuk menunaikan arahan Allah jika diminta untuk mengambil nyawa seseorang yang dikehendakinya supaya tidak terlambat atau tercepat.

Sebagai orang Islam, kita perlu bersedia sentiasa untuk menghadapi sakaratul maut, tidak kira bila ia datang.

 Ada-ada saja cara mempersiapkan diri orang yang percaya kiamat bakal  terjadi pada 21 Disember 2012 lalu. Penduduk dari berbagai pelusuk  dunia bersiap-siap menghadapi kiamat dengan berbagai cara, termasuk membangun kapal hingga membuat bunker.
China

Seorang lelaki  telah menghabiskan tabungannya untuk membangun kapal seperti kapal yang pernah dipakai Nabi Nuh (konon2nya) . Kapal itu dibangun untuk menyelamatkan diri dari bencana yang mereka percaya dari ramalan Suku Maya.

Lu Zhenghai menghabiskan 1 juta yuan untuk membuat kapal dengan ukuran panjang 65 meter. Kapal tersebut akan memiliki berat hingga 80 ton.








Itali

Seorang pengacara di Itali memiliki sebuah bunker yang dibangun di bawah vila miliknya di Padova untuk melindungi dirinya dari  kiamat. Bunker itu berukuran 60 meter persegi yang mampu menahan gempa dan ledakan,


Bunker di Itali - ruang dalam


Rupa bunker dari luar

Dalam ruangan itu, terdapat generator yang dapat berfungsi  dengan minyak diesel dan panel solar matahari. Strukturnya berada tiga meter di bawah permukaan tanah, memiliki tempat tidur, kamar mandi, dan dapur. Stok makanan untuk pasangan dan anak-anak mereka dapat bertahan hingga enam bulan tanpa perlu keluar.


Bahtera Nabi Nuh Johan Huibers - Belanda



Johan berkata beliau membuat bahtera Nabi Nuh berdasar ukuran sebenar dalam kitab Bible.

Pria Ini Membangun Bahtera Nuh Ukuran Sebenarnya (© Bersiap Hadapi Kiamat?)


Bahtera 'Nabi Nuh" di China dalam pembinaan




Belanda

Di Belanda, seorang lelaki membina sebuah kapal istimewa untuk menghadapi kiamat seperti dibawah.

Hadapi 'Kiamat', Pria Belanda Siapkan Sekoci


Hadapi 'Kiamat', Pria Belanda Siapkan Sekoci

Hadapi 'Kiamat', Pria Belanda Siapkan Sekoci


Turki

Lain lagi persiapan yang dilakukan penduduk Turki. Orang-orang yang percaya kiamat pada 2012 datang ke Desa Sirince di Turki. Kota kecil itu dipercayai memiliki tenaga  positif yang mampu menyelematkan mereka dari  kiamat.


Jepun


Kosmo Power   - Kapal seperti bola tenis di Jepun untuk hadapi kiamat

Kapal ini berbentuk mirip bola tenis dalam ukuran  besar berwarna kuning menyala. Boleh  diisi hingga empat orang dewasa, dapat mengapung diair dan didakwa  tahan terhadap tsunami, gempa bumi bahkan taufan. Lubang dibahagian atas sebagai tempat bernafas serta tingkap   kaca di bahagian sisinya membuat penumpangnya nyaman dan merasa selesa untuk   mengetahui keadaan diluar.

Rumah Hadapi Kiamat



Lain-lain bahagian dunia

Ratusan orang dari seluruh dunia yang menyakini bahwa kiamat akan terjadi hari ini, Jumat (21/12/21012), berkumpul di empat lokasi yang dipercaya memiliki nilai magis.

Salah satu tempat yang didatangi adalah kota Merida, Meksiko, yang terletak satu setengah jam dari reruntuhan situs Maya, Chichen Itza. Tempat lain yang dikunjungi adalah Gunung Bugarach (Prancis), Kota Sirince (Turki) dan Gunung Rtani (Siberia, Rusia). Keempat tempat itu diyakini sebagai tempat berlindung untuk menghadapi hari akhir.

Perancis

Namun di Sirince, Prancis, jumlah orang yang bersiap menghadapi hari kiamat hampir sama  banyak dengan jumlah wartawan yang meliput aktiviti pengujung di Gunung Bugarach. Ratusan wartawan sejak pagi terus berkeliling di kota yang dihuni 570 oraang  itu.


No comments:

Post a Comment